PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK- Percobaan Pembuatan Garam Mohr

        

Besi merupakan logam yang cukup reaktif sehingga dialam ditemukan terutama senyaw dengan unsur lain. Ada dua macam bijih besi terpenting yaitu hematitif dan magnitif. Garam Mohr atau biasa disebut garam rangkap.  Garam Mohr umumnya digunakan dalam proses pembuatan larutan baku Fe? +.  Hal ini karena dari komposisi yang terkandung dalam setiap molekul garam Mohr.  Dalam garam Mohr terdapat kation besi (II) dan kation ammonium sebagai unsur utama penyusunnya.  Kedua jenis zat ini saling berikatan dengan ion sulfat membentuk suatu garam rangkap.  Garam rangkap sendiri merupakan garam yang memiliki dua jenis kation dalam penyusunnya yang tidak pasti, namun hanya kation logam-lah yang akan menjadi atom pusatnya.  Hal ini karena sifat dari logam yang cenderung melepaskan elektron yang menangkap. 

Proses pembuatan garam Mohr dimulai dengan cara melarutkan potongan-potongan logam besi dalam larutan H2SO4.  Proses pelarutan ini harus dilakukan sambil memanaskan larutan tersebut.  Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses  arutan larutan besi (II) sulfat dengan jalan rilis ikatan ikatan pada asam sulfat dan menggantinya dengan logam besi sambil melepaskan gas hidrogen, sehingga membentuk ikatan logam yaitu FeSO4 Selanjutnya proses pelarutan karbon dengan larutan yang menjadi homogen dengan logam besi.  Kemudian larutan disaring dalam keadaan panas, untuk menghilangkan logam besi yang belum larut.  Filtrat hasil penyaringan ditambahkan la rutan dan kembali untuk mempercepat proses Pemesanan Kristal.  

        Larutan dipanaskan secara perlahan dan diuapkan untuk menghilangkan kandungan udara yang masih terdapat pada larutan.  Sambil tetap dipanaskan, Proses selanjutnya adalah proses pembuatan larutan ammonium sulfat.  Proses ini dilakukan dengan mengencerkan amonia dalam larutan H2SO.  10% sambil dipanaskan.  Proses membatalkan akan memutuskan ikatan hidrogen dan menggantinya dengan molekul amonia sambil melepaskan air yang berasal dari larutan asam sulfat, sehingga menjadi ammonium sulfat (NH4); SO4.  Proses ini akan menghasilkan 2 jenis lapisan pada larutan, yaitu lapisan larutan ammonium sulfat dan udara.  Perbedaan lapisan ini karena perbedaan kepolaran dan jenis massa dari kedua larutan tersebut.

         Tahap selanjutnya adalah proses pencampuran kedua jenis larutan yang telah dibuat sebelumnya, masing-masing dalam keadaan panas.  sebab panas merupakan energi yang dapat mempercepat reaksi.  Proses ini akan menghasilkan Kristal garam Mohr yang masih kotor oleh larutan yang belum mengkristal (NH4) 2FESO..6H; 0.  tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan.  Ketika selesai membuat larutan A terjadi gangguan yang tak diduga.  Sehingga untuk membuat larutan B dan proses selanjutnya berhenti.  Selain itu, kristal tidak terbentuk karena mendinginnya larutan A, berdasarkan prosedur kerja larutan A dan B direkasikan dalam keadaan panas.  Untuk itu hasil akhir dari percobaan ini adalah tidak terbentuk kristal.  Rendemen yang diperoleh adalah 0%.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN KIMIA ANORGANIK-“PEMBUATAN NaOH, NaHCO3, Na2CO3, dan SERBUK PEMASAK”

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK- Percobaan Garam Rangkap dan Kompleks Tembaga