PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK- Percobaan Garam Rangkap dan Kompleks Tembaga
Dua garam ini mempunyai struktur yang berbeda, pembuatan garam ini sangat sederhana sekali melalui pendinginan larutan pekat yang mengandung ion Cu2+ ion amonium dan ion sulfat kristalnya seperti monoklin dan rumus molekulnya Cu(NH4)2(SO4)2 .6H2O. Dalam hal ini 4 dari molekul air adalah merupakan ion tembaga (II) hydra.
pada percobaan kali ini dilakukan 2 percobaan yaitu tembaga (II) ammonium sulft hidrat dan tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat.
a. Tembaga (II) amonium sulfat hidrat
Pembuatan garam rangkap Tembaga (II) amonium sulfat hidrat, dengan melarutkan kristal CusO.5H, 0 dan Kristal (NH) 2 SO, dalam aquadest menghasilkan larutan yang berwarna biru muda. Lalu dipanaskan agar kristal dapat melarut dan proses reaksi dapat dipercepat kesembuhan. Larutan dibiarkan menjadi dingin pada suhu kamar sampai terbentuk kristal. Kemudian kristal disaring untuk kristal kristal dari larutannya. Kristal yang diperoleh dikeringkan agar air yang masih ada pada kristal menguap sehingga diperoleh kristal yang betul-betul kering. Setelah ditimbang, diperoleh berat kristal 6,1 gram. Adapun reaksinya:
CusO, 5 H20 + (NH.) 2 SO, + H20 → CuSO (NH.) 2 SO ,. 6 H20
Kristal biru muda
Dari hasil reaksi di atas terlihat bahwa terbentuk garam kupri ammonium sulfat, CusO: (NH.) 2 SO4. 6 H; 0 ramah yang merupakan garam rangkap, karenagaram rangkap ditetapkan bersama dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul. Garam-garam itu memiliki struktur sendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Dari hasil analisis data diperoleh kristal sebanyak 12, 75 gr. Dari hasil rendemen dapat diketahui bahwa masih ada Kristal yang belum terbentuk.
b) tembaga (II) tetra amin sulfat hidrat
Pada pembuatan garam ini, larutan amonia yang berfungsi sebagai penyedia ligan, dengan Kristal CuSO, 5H; O yang berfungsi sebagai penyedia atom pusat, diencerkan dengan aquadest dimana H20 ini sebagai pengkompleks Cu2+ yang kemudian ligan H20 ini diganti oleh NH3 karena NHz sebagai ligan kuat yang dapat kedekatan ligan netral H20 sehingga warnanya berubah dari biru menjadi biru tua. Ditambahkan etil alkohol setetes demi tetes agar alkohol tidak bercampur dengan larutan, melainkan dapat menutupi larutan. Karena jika tercampur, etil alkohol dapat bereaksi dengan atom pusat Cu+ membentuk Cu(OH)2. Reaksinya: Cu2+ Adapun fungsi etil alkohol yaitu mencegah pelaksanaan penguapan pada Cu(OH)2 amonia, karena hubungan amonia menguap, maka ligan akan habis sebab amonia merupakan penyedia ligan. Didinginkan pada es batu agar proses pemesanan kristal lebih cepat, kemudian disaring untuk kristalisasi dari larutannya. Setelah itu kristal dengan amonia hidroksi untuk mempermantap ligan dan alkohol untuk mengikat udara. Kemudian kristal dikeringkan dan ditimbang diperoleh berat Kristal 4,54 gram. Adapun reaksinya:
4 NH, OH + CUSO, 5H; 0 + H20 → Cu (NH3) .SO.H2O + 8 H20
Dari reaksi di atas terlihat bahwa terbentuk garam kompleks tetrammincopper (11) sulfat monohidrat, Cu (NH3) .SO. .H20, kristal berwarna biru tua. Dari hasil analisis data diperoleh kristal sebanyak 5 gr .
Komentar
Posting Komentar